Kemuliaan Lailatul Qodar

Lailatul Qodar berarti malam kepastian. Kita tahu bahwa ibadah di malam hari pada malam Lailatul Qodar lebih baik daripada ibadah seribu bulan atau 83 tahun lamanya.
Oleh karena begitu besar nilainya maka Allah SWT merahasiakannya, supaya manusia berpacu untuk memperoleh Lailatul Qodar pada setiap malam bulan Ramadhan. Ketika Nabi Muhammad SAW mengetahui bahwa ternyata yang paling berat untuk ibadah pada malam hari di bulan Ramadhan itu pada malam-malam terakhir, karena konsentrasi seseorang sudah mengarah kepada hari raya. Sudah tercampur dengan kebutuhan-kebutuhan dunia seperti pakaian baru, sandal baru, songkok baru, kue-kue, dan lain-lain, sehingga seseorang sudah tidak kepada ibadah malam hari. Padahal ibadah malam hari terutama 10 hari terakhir ganjarannya sangat besar. Semoga kita tidak termasuk orang yang lalai. 10 hari terakhir bulan Ramadhan itu adalah saat-saat yang sangat mungkin malam Lailatul Qodar terjadi.
Lailatul Qodar (Malam Kemuliaan) adalah malam yang mana Allah SWT untuk pertama kali menurunkan wahyu Al-Quran, yakni lima ayat pertama dari Surah Al-Alaq, kepada Rasulullah SAW. Peristiwa tersebut terdapat di dalam Surat Al-Qadr ayat 1: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.” Pada dasarnya Surah Al-Qadr bukan surah yang turun beriringan dengan Surah Al-Alaq, surah pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Mayoritas ulama menyatakan bahwa surat itu turun ke duapuluh lima. Sebagian ulama yang lain berpendapat surat pertama yang turun saat Rasulullah hijrah ke Madinah.
Namun dalam urutan penyusunan Al-Quran surah Al-Qadr diletakkan berurutan dengan surah Al-`Alaq. Demikian ini untuk member kejelasan bahwa pembahasan dalam Surah Al-Qadr berkenaan dengan malam mulia yang mana Al-Quran untuk pertama kali diturunkan.
Dalam Al-Quran Lailatul Qodar ini diberi penjelasan dengan sejumlah keistimewaan:
    1.    Dia adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan (QS Al-Qadr [97:03]
        2. Dia adalah malam yang diberkahi (mubarakah). (QS Ad-Dukhon [44:03])
    3. Dia adalah malam diputuskannya segala urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar dari sisi Allah SWT. (QS Ad-Dukhon [44:04])
4  4. Dia adalah malam yang mana para malaikat Jibril turun ke bumi atas izin Tuhannya. (QS Al-Qadr [97:05])

    Kapan Lailatul Qadr ?
 Al-quran tidak menjelaskan secara pasti kapan Lailatul Qodar, hanya ada penjelasan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam tersebut: QS Al-Qadr (97:1) : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan." Dari sini lalu disimpulkan bahwa Lailatul Qodar berada di bulan Ramadhan. Ada berbagai riwayat yang menjelaskan tentang waktu Lailatul Qodar, disimpulkan bahwa Lailatul Qodar tidak jatuh pada malam yang sama di setiap tahun, namun ia berubah-ubah waktunya. Tahun ini boleh jadi jatuh di tanggal yang berbeda. Demikian ini menurut para ulama disengaja oleh Allah SWT agar hambanya tidak hanya rajin beribadah pada satu malam yang telah ditentukan saja.

Namun begitu,ada satu petunjuk dari Rasulullah SAW. yg menjelaskan bahwa umumnya Lailatul Qodar jatuh pada sepuluh hari terakhir, dimulai malam ke duapuluh satu. Riwayat lain menyatakan: "Carilah dengan sungguh-sungguh Lailatul Qodar di sepuluh hari terakhir drai bulan Ramadan."

Demikian postingan saya tentang Lailatul Qodar, semoga bermanfaat dan jangan lupa komennya ya

0 Response to "Kemuliaan Lailatul Qodar"

Post a Comment